Pemuda Pelopor, ada banyak cara meningkatkan potensi diri.

Harianjogja.com, JOGJA — Muhammad Helmi Rakhman, 27 tahun, adalah pemenang kedua Pemuda Pelopor Jogja pada 2014. Pemuda asal Tahunan, Jogja, ini merintis bisnis di usia 22 tahun pada awal 2011 dan kini memiliki 48 angkringan ‘Angkring Jogja’.

Program Pemuda Pelopor merupakan bentukan pemerintah daerah yang sifatnya berjenjang dari kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.

Program Pemuda Pelopor Jogja yang berada dalam pembinaan Kantor Kesbang Jogja menekankan pada fungsi memberdayakan potensi generasi muda usia 16-30 tahun dengan salah satu syaratnya telah memiliki karya dan berdaya guna.

Helmi berhasil memenangkan kompetisi di urutan kedua berkat upaya gigihnya membangun usaha, juga semangat untuk mandiri tanpa meninggalkan unsur sosial kemanusiaan sebagai pemuda yang bertanggung jawab kepada orang tuanya.

Helmi memulai bisnis karena ‘terpaksa’, ia tidak ingin meninggalkan ayah yang terkena stroke dan harus hidup berdua dengan ibunda yang tunanetra. Sebagai bungsu dari 4 bersaudara, ia merasa tidak tega meninggalkan orang tua, di sisi lain Helmi berharap bisa mencukupi kebutuhan hidup dan berdaya guna.

Peluangnya untuk mendapatkan gaji Rp10 juta-Rp15 juta per bulan di Jakarta maupun luar negari cukup mampu ia raih.

Alumnus Teknik Mesin UGM 2012 itu cakap dan menempuh pendidikan dengan beasiswa. Alhasil, tabungan beasiswa itulah yang ia pakai menjadi modal bisnis.

“Ada uang hampir Rp11 juta, setelah izin orang tua, saya pakai untuk membuat gerobak menjadi 6 unit, sisa hampir Rp1 juta,” terangnya saat berbincang, Senin (24/10/2016).

“Konsep bisnis saya, sebenarnya lebih ke pemberdayaan masyarakat. Saya berpikir melalui angkringan bisa mengajak ibu-ibu untuk memasak, pemuda dan bapak-bapak yang menganggur untuk menjadi tenaga kerja,” kata warga Tahunan, Umbulharjo ini.

Kini ia menahkodai total 48 angkringan terdiri dari 12 konsep kontemporer dan 36 lainnya model klasik gerobak. Angkring Jogja konsep kontemporer ia kembangkan melihat potensi pasar pelajar dan mahasiswa yang ingin ‘nongkrong’ dengan tempat nyaman, layak untuk selfie, namun dengan harga menu terjangkau.

Selain menyediakan jasa kuliner, Angkring Jogja juga menyewakan gerobak angkringan. “Kesempatan menjadi Pemuda Pelopor membawa saya pada peluang untuk berbagi pengalaman berwirausaha, mendapatkan wawasan pengembangan diri, memiliki peluang untuk maju karena memiliki jaringan wirausaha dan bisa belajar berkompetisi.”

 

Sumber : http://lazisuii.org/index.php/aktifitas/berita/item/126-pembinaan-angkringan-barokah-lazis-ybw-uii-dengan-sistem-pemberdayaan-masyarakat-angkring-jogja